0822-2774-9215 admin@nidaulhaq.id

Pengajian Rutin Malam Jumat di Ponpes Nidaul Haq Cilodong, Tekankan Keutamaan Dzikir sebagai Jalan Menuju Keikhlasan Hati

Oleh

nidaulhaq

DEPOK — Pondok Pesantren Nidaul Haq Cilodong kembali menggelar pengajian rutin malam Jumat pada Kamis, 1 Oktober 2026, bada Isya, bertempat di Pondok Pesantren Nidaul Haq Cilodong, Kota Depok. Kegiatan yang telah menjadi agenda mingguan ini dihadiri oleh para santri dan warga sekitar dengan jumlah jamaah mencapai kurang lebih 100 orang.

Pengajian tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nidaul Haq, KH. Lukman Nursalim, yang dalam tausiyahnya mengupas secara mendalam tentang hakikat keikhlasan serta keutamaan dzikir dalam kehidupan seorang Muslim.

Mengawali pemaparannya, KH. Lukman Nursalim menjelaskan bahwa keikhlasan merupakan anugerah dari Allah SWT yang dititipkan ke dalam hati setiap manusia. Namun demikian, besar-kecilnya keikhlasan tersebut pada akhirnya bergantung pada usaha manusia itu sendiri, yakni sejauh mana ia menata niat untuk ikhlas karena Allah serta senantiasa mengingat-Nya dalam setiap langkah kehidupan. “Keikhlasan itu sesungguhnya anugerah dari Allah, namun Allah menitipkannya pada hati setiap manusia sesuai dengan bagaimana ia berikhtiar untuk ikhlas karena-Nya dan senantiasa mengingat-Nya,” ujar KH. Lukman Nursalim di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa di antara seluruh cara untuk menata hati agar senantiasa ikhlas, dzikir menempati posisi yang paling utama. Menurutnya, hati manusia pada dasarnya mudah lalai dan condong kepada urusan dunia, sehingga hanya dengan terus mengingat Allah SWT melalui dzikir, hati tersebut dapat kembali tenang, bersih, dan terhindar dari penyakit-penyakit batin seperti riya dan sombong. KH. Lukman Nursalim juga mengingatkan bahwa dzikir bukan sekadar lafaz yang diucapkan lisan, melainkan harus dihayati dan diresapi hingga meresap ke dalam hati, sehingga mampu membentuk kesadaran penuh bahwa setiap gerak-gerik manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

Dengan kesadaran tersebut, beliau menegaskan, keikhlasan dalam beribadah maupun dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan tumbuh dengan sendirinya. Beliau mengimbau seluruh santri dan jamaah yang hadir untuk tidak pernah lalai dalam berdzikir dan mengingat Allah di setiap kesempatan, sebab dzikir menjadi benteng hati sekaligus kunci diterimanya suatu amalan di sisi Allah SWT. Pengajian rutin ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan spiritual bagi santri sekaligus mempererat silaturahmi antara pesantren dan warga sekitar.

Reporter: Sofyan

Popular Post

Tinggalkan komentar